Inovasi Digital “PANTAU”, Optimalisasi Pengelolaan Aset RSU Pemasyarakatan Jakarta

Inovasi Digital “PANTAU”, Optimalisasi Pengelolaan Aset RSU Pemasyarakatan Jakarta

Jakatra, 23 Juni 2026

Dalam rangka mendorong transformasi digital dan peningkatan tata kelola Barang Milik Negara (BMN), peserta Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan Batch III menghadirkan sebuah inovasi bertajuk PANTAU (Platform Aset Nyata Terpadu Antar Unit) yang dikembangkan pada unit Pengelola BMN (Barang Milik Negara) RSU Pemasyarakatan Jakarta. Inovasi ini menjadi solusi dalam meningkatkan efektivitas pemantauan, pencatatan, serta pengelolaan aset agar lebih tertib, akurat, dan terdokumentasi dengan baik.

PANTAU dikembangkan untuk menjawab tantangan dalam proses identifikasi, pengecekan, dan pemantauan pergerakan aset antar ruangan yang sebelumnya masih membutuhkan pencocokan manual antara kondisi fisik barang dengan data inventaris. Melalui platform ini, data Barang Milik Negara dilengkapi dengan dokumentasi foto pada Daftar Barang Ruangan (DBR), sehingga petugas dapat lebih mudah mengenali dan mencocokkan aset yang tersedia di setiap unit kerja.

Selain mempermudah proses inventarisasi, PANTAU juga menghadirkan fitur pelaporan digital berbasis Google Form yang dapat digunakan untuk melaporkan kerusakan maupun perpindahan barang antar ruangan. Setiap laporan yang masuk akan tersimpan secara otomatis dalam basis data digital sehingga memudahkan pengelola BMN dalam melakukan verifikasi, pemantauan, serta tindak lanjut terhadap kondisi aset secara lebih cepat dan terintegrasi.

Implementasi PANTAU turut memanfaatkan teknologi QR Code sebagai identitas digital aset yang membantu mempercepat proses inventarisasi dan pembaruan data tanpa harus bergantung pada pencatatan manual. Dengan sistem yang lebih mudah diakses dan terintegrasi, pengelolaan aset dapat dilakukan secara lebih transparan, akuntabel, serta mendukung pengambilan keputusan terkait pemeliharaan dan pengelolaan BMN di lingkungan rumah sakit.

Melalui inovasi PANTAU, peserta magang berhasil memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan sistem pengelolaan aset yang lebih modern dan efisien. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pengguna barang, koordinator ruangan, dan pengelola BMN, sekaligus mendukung terwujudnya pengelolaan Barang Milik Negara yang tertib, optimal, dan berbasis teknologi informasi.

-HumasRSUPJ-

Leave a reply